Blogger Indonesia Ternyata Hanya Bermental Penjiplak

Area Tekno menulis hal ini karena sudah sangat kecewa dengan persaingan di dunia internet saat ini. Kenapa? Alasannya si simple. Banyak blogger Indonesia yang punya kepandaian ternyata mentalnya hanya mental miskin. Dalam hal ini terlebih khusus adalah mental penjiplak. Meski mengusung situs ternama atau tidak ternama, ternyata mental tidak bisa berbohong.

mental penjiplak

Dari hari kehari sudah kami amati. Ketika kami menulis Artikel apapun itu ternyata sudah ada banyak blogger mental jiplak yang berkeliaran. Banyak sekali diantara mereka yang memiliki skill yang luar biasa. Namun ternyata mental yang dia miliki bukan mental bos atau mental orang kaya. Yang ada hanya memikirkan uang dan jadi karyawan orang.

Berbeda dengan blogger luar negeri. Meski mengusung niche yang sama. Blogger luar negeri jauh lebih menghargai dan menghormati content writer lainnya. Enggan rasanya mereka mencuri kata kunci milik orang lain meski berniche sama. 180 derajat berkebalikan dengan blogger Indonesia yang mentalnya hanya mental orang miskin yang niatnya hanya menjatuhkan orang lain.

Mental Penjiplak Itu Apa?

Mental penjiplak adalah mental yang dimiliki seorang content writer yang secara terus menerus mengikuti, meniru, dan mencuri kata kunci situs orang lain. Tidak peduli sumber yang dia pakai terkenal atau tidak, yang jelas di dalam benaknya adalah bagaimana agar bisa tulisannya masuk di page one, dapat adsense besar dan situsnya makin bagus. Tapi satu hal yang dia lupakan, kebaikan dan kebenaran dalam kehidupan sudah tidak ada apa apanya.

Sebagai contoh saja content creator mental penjiplak adalah Nugraha dari Esportsku. Apapun artikel tentang Free Fire di tempat ini. Langsung saja dijiplak kata kuncinya tanpa pikir panjang. Berhubung dicek di Google Trends selalu ramai maka pasti langsung saja dijiplak. Inilah mental penjiplak paling menyebalkan. Meski mengusung dunia Esports yang saat ini sudah besar di Indonesia ternyata Esports itu tidak sebagus dan sebaik yang selama ini ada. Nyatanya content writernya bermental orang miskin.

Disamping itu, ada juga situs dari Jawa Tengah yang beralamatkan di teknisi-blogger. Mental para penulisnya hanya penjiplak. Lebih buruknya, beberapa paragraf yang sudah kami tulis. Demi masuk ke halaman depan Google, rela mengcopy paste artikel yang sudah kami tulis dengan ide kreatif sendiri. Mental penjiplak tidak akan mengerti urusan hak cipta milik orang lain. Yang ada asal situs besar beres.

Lalu bagaimana cara mengatasi mental penjiplak di dunia Blogger Indonesia? Sampai detik ini masih tidak ada. Karena sebagian besar mental Blogger Indonesia itu mengusung peribahasa "ada gula ada semut. Yang mana yang ramai, pasti akan dibuntuti sampai hancur situs orang tersebut.

Dampak Dari Content Writer Mental Penjiplak

Ada banyak sekali dampaknya pada situs ini.

  1. Artikel tidak pernah bisa bersaing di SERP.
  2. Situs semakin tidak disayangi Google.
  3. Adsense turun drastis.
  4. Rank Alexa tidak tentu dan cenderung menurun.
  5. Emosi penulis semakin kacau dan rasanya ingin membunuh pelaku pelaku itu tadi. Hal ini karena keluarga yang dihidupi makin kesulitan ekonomi.

Memang dampak dari perilaku tidak benar semacam ini harus dibasmi. Blogger-blogger Indonesia mental penjiplak ini harus dimusnahkan entah apapun caranya.

Apa Beda Blogger Indonesia dengan Blogger Luar?

Di luar negeri sana, rasa saling menghormati dan menghargai jauh lebih besar antar sesama content writer. Toleransi dalam berkarya jauh lebih istimewa dan menarik. Lemahnya agama yang dimiliki blogger Indonesia, rendahnya kualitas EQ dan SQ, dan rasa saling menghormati antar sesama manusia yang kurang inilah jadi alasan utamanya.

Kalau masalah IQ memang tidak ada duanya penulis artikel dari Indonesia. Namun karena hanya mental penjiplak yang dibawa maka semuanya berubah. Bukan mendukung sesama blogger namun justru berniat menjatuhkan, menenggelamkan dan menghambat rejeki orang lain itulah yang dimiliki blogger blogger tersebut.

Akhir Kata

Tidak ada yang benar di dunia maya. Yang harus Anda percaya cukup Allah SWT dan keluarga Anda. Jangan sekali-kali menjadi orang yang tidak benar. Meski hidup serasa lama, tapi ingat ketika ada orang yang Anda rugikan. Niscaya suatu saat ketika kamu sakaratul maut dan dia tidak memaafkanmu maka sudah pasti sakaratul mautmu rasanya terjadi selama 70 tahun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel